Skip to main content

Posts

KENAPA MASYARAKAT TIDAK BENCI KORUPTOR?

KORUPTOR atau seseorang yang melakukan tindakan korupsi pada dasarnya merupakan tindakan yang seharusnya sangat tidak diterima di masyarakat manapun di dunia ini. Korupsi secara sosiologis termasuk ke dalam patologi sosial/penyakit masyarakat, perilaku tersebut tidak hanya mendapatkan sanksi secara hukum pidana berupa kurungan penjara, denda, bahkan hukuman mati, namun pelakunya biasanya juga mendapatkan sanksi sosial berupa pengucilan, pengusiran, dan lain sebagainya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Saya mencoba melihat dari satu sisi sudut pandang permisif masyarakat terhap para koruptor, meskipun secara normatif tetap akan ada orang-orang yang idealis tetap akan menentang para koruptor. Dewasa ini sepertinya terjadi dinamika kebudayaan di dalam masyarakat kita menyangkut perihal koruptor, dimana masyarakat terkesan cenderung permisif terhadap oknum-oknum koruptor tersebut, hal ini terlihat dari adanya fenomena masyarakat tetap empati bahkan m...

TERKADANG KEHIDUPAN YANG TIDAK KITA INGINKAN, ADALAH KEHIDUPAN YANG DIIDAMKAN OLEH ORANG LAIN

            SETIAP orang pada hakikatnya memiliki tujuan hidup masing-masing. Meskipun terkadang di dalam perjalanannya tujuan hidup itu pun seringkali mengalami perubahan karena disebabkan oleh berbagai faktor, apakah karena faktor lingkungan, kesempatan yang tidak terduga, keberuntungan, perubahan cara pandang, dan lain sebagainya. Baik atau buruknya suatu kehidupan terkadang tergantung pada perspektif setiap orang yang menjalani kehidupan tersebut. Tolak ukur keberhasilan hidup pun berbeda-beda pada setiap orangnya, semisalnya uang, mungkin kebanyakan orang akan bekerja siang dan malam demi memperoleh banyak uang karena menurutnya uang akan membuatnya menikmati kehidupan. Namun di sisi lain banyak sekali orang-orang yang memiliki banyak uang yang mengakhiri kisah hidupnya dengan overdosis, masuk penjara, bunuh diri dan lain sebagainya. Berikut mungkin beberapa contoh fenomena kehidupan yang dilihat dari dua sisi yang ...

LUNTURNYA JIWA NASIONALISME DI DALAM DIRI PEGAWAI PEMERINTAH (STUDI KASUS: PELAKSANAAN UPACARA BENDERA HARI BESAR NASIONAL INDONESIA)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...             PENULIS mencoba berangkat dari fenomena memperingati hari besar nasional Indonesia, salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan adalah upacara bendera. Dalam hal ini berbagai instansi pemerintah biasanya mengeluarkan surat edaran untuk menghadiri pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati hari besar nasional tertentu. Menurut saya bentuk kegiatan pelaksanaan upacara bendera ini adalah sebuah kegiatan simbolis yang di dalamnya terkandung nilai-nilai, sikap integritas kita terhadap negara yang berarti ketika kita memperingati suatu hari besar nasional maka kita harus benar-benar menghayati peristiwa hari besar tersebut dengan bersungguh-sungguh menginternalisasikannya dan kemudian diwujudkan melalui sikap dan perilaku, setidaknya dengan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan upacara bendera tersebut dengan tertib dan khidmat. Mungkin terlihat sederhana ...

TIPE PEMIMPIN YANG HANYA MENJALANKAN RUTINITAS

PEMIMPIN merupakan agent of change yang seharusnya menjadi pelopor dalam usaha menciptakan kondisi ideal di dalam sebuah masyarakat. Menjadi pemimpin pada dasarnya bukanlah kemenangan sebuah pemilihan umum, bukanlah sebuah hadiah, bukanlah sebuah posisi untuk orientasi materi serta embel-embel lainnya. Seorang pemimpin memiliki tanggungjawab yang sangat besar terhadap manusia yang dipimpin dan terutama terhadap tuhan yang maha esa. Umumnya dalam sebuah pemilihan menjadi seorang pemimpin, orientasinya adalah memenangkan pemilihan tersebut, berbagai cara dilakukan untuk mencapainya, mulai dari cara-cara yang sesuai prosedur hingga kampanye hitam ( black campaign ), money pilitic dan lain sebagainya. Namun sebenarnya yang kemudian menjadi persoalan lanjutan dan merupakan persoalan clasical seorang pemimpin terpilih adalah hanya melakukan aktifitas-aktifitas, birokrasi, program-program yang sifatnya adalah rutinitas pemimpin setiap periodenya sehingga mengakibatkan daerah ...